Home Home    .::.   Lowongan Kerja   .::.   Antam Akhiri Operasional Tambang Pasir Besi Kutuarjo    .::.   Harita Held Groundbreaking Ceremony Of Alumina Smelter In West Kalimantan    .::.   Group Bakrie Anjlok, Newmont Harus Diselamatkan   .::.   China Geser Amerika, Indonesia Masuk 5 Besar? Sabtu , 12 Jun 2021   
CONTACT   US

Office & Workshop

Jl. Raya Cadas Kukun No. 18
Rt. 01 Rw 02 kutabaru Tangerang
Phone : +6221 59318293, +6221 59318121, +6221 5906415, +6221 93275564

Email : marketing@astateknik.com

              astateknik@gmail.com

WHAT'S   NEW
STATISTIK
WHAT'S NEW
Sugar Group Tidak Terpengaruh Rencana Impor Gula Ravinasi
26-05-2010
Gula Rafinasi
Sugar Group Tidak Terpengaruh Rencana Impor
Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
Rabu, 22 Desember 2010 | 19:13 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Rencana impor gula refinasi tidak berpengaruh langsung terhadap kegiatan produksi di PT Sugar Group Companies, salah satu produsen gula terbesar di Tanah Air yang beroperasi di Lampung.

"Kami tidak terpengaruh langsung. Sebab, kami memiliki lahan perkebunan tebu sendiri. Tidak pakai (gula) refinasi untuk menghasilkan gula," ujar Administration Manager PT Sweet Indo Lampung (Sugar Group Companies/SGC) Heru Handoko ketika dihubungi, Rabu (22/12/2010).

Ia mengatakan, bagi PT SGC, rencana pembebasan impor gula refinasi untuk pasar dalam negeri oleh Kementerian Perdagangan belum menjadi ancaman khusus. "Sejauh ini belum ada pengaruhnya ke kami, karena kami sudah memiliki pangsa pasar yang jelas," tukasnya kemudian.

Produsen "Gulaku" ini memasok 25 persen dari kebutuhan gula nasional. Menurut Heru, rencana kebijakan pembebasan impor gula refinasi akan lebih berdampak bagi para kelompok petani tebu rakyat.

"Sebaiknya pemerintah lebih mencermati kebijakan ini. Dengarkan aspirasi yang ada untuk mencari solusi terbaik," ujarnya, saat ditanya sikapnya mengenai rencana pembebasan impor gula refinasi di pasar domestik.